Guru Ngaji sebuah Profesi,…

Guru Ngaji sebuah Profesi,…

Dulu,.. ketika saya masih kuliah,.. salah satu dosen, berkata,.. ketika beliau mengadakan penelitian yang berhubungan dengan pekerjaan orang tua murid,.. dari murid sekian puluh ( yang menjadi sampel), ada salah satu murid, yang mengisi pekerjaan orang tuanya sebagai profesi “ GURU NGAJI “,

Kata ibu dosen itu ini saya baru menemukan sebuah profesi orang tua murid yang mencantumkan sebagai Guru Ngaji,…!!?

Profesi Guru Ngaji sebagai profesi yang cukup langka, sebab hampir tidak pernah terdengar ketika anak atau murid di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) ditanya Bapak/Ibu gurunya : “ Cita-cita kamu ingin jadi apa,…. Nak,…??!

Ketika saya menjadi Ketua KKMD di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor (waktu itu: antara tahun 2005-2008), setidaknya 2 (dua) kali dalam setahun, saya keliling  kecamatan,… dengan tujuan mendata keberadaan Diniyah, tugas dari Departemen Agama Kabupaten, melalui data Emis Diniyah, dan pendataan pengajuan bantuan guru Diniyah 1 tahun sekali,…

Sebuah Diniyah masih terdaftar pada Kandepag Kabupaten, lalu saya datangi,… e,… ternyata, tinggal bangunan saja, yang telah ditinggal oleh guru dan murid/santri-santrinya,… yang lebih menyedihkan lagi dengan susah payah jalan kaki keluar masuk gang dan sawah/hutan,.. di sebuah desa Cikeas – Sukaraja, Diniyah yang saya tuju,.. saya cari-cari tidak ketemu bangunannya,.. ??

Setelah menanyakan kepada penduduk kampung,.. baru ditunjukan,.. disinilah dulu Madrasah Diniyah (MD) yang Bapak maksud (kata orang kampung),…. rupanya saya ditunjukan sisa-sisa pandasi eks bangunan Madrasah Diniyah (MD) yang sudah dirobohkan bangunannya kira-kira kurang lebih sudah 10 (sepuluh) tahunan,… sebab melihat kondisi sisa-sisa pondasi yang sudah berlumut,…  tapi anehnya masih tercatat  di Kantor Kandepag Kabupaten Bogor.

Mei 2005, saat saya (Abu Mufid) memimpin audiensi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, salah seorang rekan, memberikan informasi kepda anggota dewan “ Komisi D, harus memperhatikan nasib para Guru Ngaji (Guru Diniyah-Guru TPQ) dan memperhatikan lembaga-lembaganya,.. kalau tida hapus saja slogan “ BOGOR TEGAR BERIMAN “,  ucap salah seorang rekan (Kepala MD Muhammadiyah) wilayah Bogor Barat,.. kemudian beliau melanjutkan aspirasinya : “ Anggota Dewan harus memperhatikan para guru ngaji dan lembaga Diniyahnya” , kalau tidak dilakukan mulai sekarang,..!!!? dengan nada keras dan lantang,… !!!, 10 tahun mendatang,.. kita melihat generasi bangsa ini hancur,….!!!

Saat itu (2005) yang sedang kami usung opini PERDA DINIYAH,………

Cilebut Bogor, 15 Pebruari 2012 M / 26 Rabi’ul Awwal 1433 H,

Kepala TKQ-DT Asy-Syifa YGNI,

ttd

Abu Mufid

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *